JEMBER – Tim Bantuan Medis (TBM) VERTEX Fakultas Kedokteran Universitas Jember sukses menyelenggarakan VERTEX First Responder Competition (VFRC) 2025, sebuah ajang kompetisi nasional yang mempertemukan 206 peserta Palang Merah Remaja (PMR) Wira dari Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk berkompetisi dalam kecakapan Pertolongan Pertama dan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini digelar pada Minggu, 11 Mei 2025, di lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Jember.
Ketua Panitia VFRC 2025, Andita Ayu Wibisanti, menjelaskan bahwa VFRC dirancang sebagai wadah edukasi dan pengembangan kapasitas remaja dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan medis dan non-medis.
“Kompetisi ini bertujuan mengasah keterampilan, meningkatkan kesiapsiagaan, dan membangun rasa tanggung jawab generasi muda agar mampu bertindak sigap dalam menghadapi kondisi kritis dan darurat. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan kader-kader penolong masa depan,” ungkapnya.
Dukungan Akademisi dan Mitra Strategis

Gelaran VFRC 2025 mendapat dukungan langsung dari jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Pada pembukaan acara, Dekan FK Universitas Jember, Dr. dr. Ulfa Elfiah, Sp. BP-RE, SubSp. LBL (K), bersama Wakil Dekan III, dr. Yudha Nurdian, M.Kes, hadir memberikan apresiasi dan motivasi kepada para peserta. Turut hadir Pembina TBM VERTEX FK Universitas Jember, dr. Novan Krisno Adji, SpBS (K) Spine, serta Ketua BEM FK Universitas Jember, Hana Syarifah, dan perwakilan dari Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember sebagai mitra kegiatan.
Dalam sambutan daringnya, Dr. dr. Ulfa Elfiah, Sp. BP-RE, SubSp. LBL (K) menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kepedulian dan aplikasi skill kesehatan sejak dini.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang uji keterampilan, tetapi juga menjadi sarana memotivasi adik-adik PMR agar kelak dapat menjadi tenaga kesehatan profesional yang tangguh dan berintegritas.”
Tiga Cabang Kompetisi, Satu Misi Kemanusiaan

VFRC 2025 menghadirkan tiga cabang lomba utama dengan tujuan sama, yaitu membangun keterampilan, ketangguhan, dan kepedulian generasi muda dalam misi kemanusiaan. Cabang pertama adalah Lomba Pertolongan Pertama (PP), yang terdiri dari tim beranggotakan lima peserta. Pada babak penyisihan, peserta mengerjakan soal tertulis, dan lima tim dengan nilai tertinggi melaju ke babak final untuk menyelesaikan tantangan berupa pembuatan tandu darurat serta simulasi pertolongan pertama sesuai panduan PPGD PMI Pusat terbitan 2008. Cabang kedua adalah Olimpiade Cerdas Cermat, dengan anggota tim sebanyak tiga peserta. Materi yang diujikan meliputi Gerakan Kepalangmerahan, Kepemimpinan Wira, Kesehatan Remaja, Donor Darah, Siaga Bencana, hingga Pertolongan Pertama Wira, yang merujuk pada modul terbitan PMI Pusat tahun 2008. Cabang ketiga adalah Poster Publik Edukatif, yang diikuti oleh tim beranggotakan dua orang dengan tema besar Sehat Sejak Remaja, Bahagia Sepanjang Usia. Subtema yang dikembangkan mencakup Kesehatan Reproduksi, HIV/AIDS, Hepatitis B dan TBC, serta Pencegahan NAPZA.
Total peserta VFRC 2025 mencapai 206 peserta, yang terdiri dari 38 peserta Poster Publik (19 tim), 93 peserta Olimpiade (31 tim), dan 75 peserta Pertolongan Pertama (15 tim). Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Tulungagung, Solo, Malang, Bondowoso, Lamongan, Lumajang, Banyuwangi, dan Jember. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kompetitif dalam setiap kategori lomba.
Para Juara VERTEX First Responder Competition 2025

Dari hasil kompetisi, kategori Poster Publik menempatkan SMA Pradita Dirgantara dengan ketua tim Ameera Lakeisha Nasywa sebagai Juara 1, SMAN 1 Bondowoso sebagai Juara 2, dan MAN 2 Malang sebagai Juara 3, sementara Juara Favorit kembali diraih oleh SMA Pradita Dirgantara. Pada kategori Pertolongan Pertama, SMAN 1 Bondowoso berhasil mendominasi dengan meraih Juara 1 dan 2 melalui tim yang dipimpin oleh Oktaviansya dan Melati, serta Juara 3 yang diraih oleh SMK dr. Soebandi Jember melalui tim Rahel. Di kategori Olimpiade, SMAN 1 Bondowoso kembali menorehkan prestasi sebagai Juara 1 melalui Chelsealia Desta Finanda Putri, disusul SMAN Pakusari sebagai Juara 2 dan SMAN 1 Glagah sebagai Juara 3. Dengan perolehan konsisten di berbagai kategori, SMAN 1 Bondowoso dinobatkan sebagai Juara Umum VFRC 2025.
Penutup: Melatih Tanggap, Membangun Harapan
Melalui VFRC 2025, TBM Vertex Fakultas Kedokteran Universitas Jember tidak hanya menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga mewujudkan misi edukatif dan pengabdian masyarakat dalam membentuk generasi muda yang peduli, terampil, dan responsif terhadap kondisi kritis. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai kemanusiaan, memperkuat kapasitas tanggap darurat, serta memperkenalkan dunia medis dan kebencanaan sejak dini. Harapannya, VFRC akan terus hadir sebagai sarana pembinaan remaja siap siaga dan menjadi pionir dalam mencetak pelopor pertolongan pertama di Indonesia.
0 Comments